Sabtu, 16 Juni 2018

Sepucuk surat untuk lelaki yang ku panggil 'Luthfi'

Halo

Ternyata ini post pertama di tahun 2018. tetapi 2018 telah memasuki bulan ke 6.
Sudah lama sekali tidak singgah dan bercerita disini.
Sudah lama saya tidak terapi.


Postingan kali ini cukup singkat (jika memang bisa terhitung singkat)
ini hanya sebuah pesan untuk seorang lelaki istimewa dalam hidup saya. Satu-satunya lelaki yang hingga saat ini menjadi alasan saya dalam menjalani kehidupan. postingan ini seharusnya di post sebulan yang lalu, tetapi maaf baru sempat post sekarang.


Luthfi, My Lil Brother. Ini tentang mu. semoga suatu hari nanti kamu baca ya dek.

Hai Luthfi, hari ini tepat tanggal 16 Mei 2018.
sebenarnya ulang tahunmu sudah lewat sehari
tapi izinkan kakak untuk mengucapkan selamat ulang tahun sayang. Selamat 15 Mei yang ke 15.
entah kenapa setiap ulang tahunmu, kakakmu ini menjadi sangat emosional. karena menyadari kamu semakin dewasa. bahkan sekarang kamu lebih tinggi dari kakak.

Tapi mungkin secara fisik kamu berubah, jauh berubah. tapi bagi kakak, luthfi tetap adik kecil kakak.

Dek
ulang tahun mu kali ini kakak mau minta maaf
kakak belum bisa merayakannya tepat waktu seperti biasa.
ini pertama kalinya kita tidak merayakan, bahkan hanya sekedar tiup lilin.
ulang tahunmu kali ini, kita seolah-olah melupakanmu

bahkan kakak nggak menyiapkan apa-apa
kakak jahat ya?
maaf banget. maafkan kakak yang gagal menyisakan waktu di hari ulang tahunmu

tapi percayalah dek,
sampai saat ini, setiap usaha kakak itu selalu tentang luthfi.
luthfi kecil kakak yang satu ini akan selalu menjadi alasan bagi kakak dalam berjuang. luthfi kecil kakak akan selalu menjadi alasan kakak dalam menjalani hidup.

Insya Allah Janji kakak ke luthfi akan kaka penuhi. kakak pengen liat luthfi ngewujudin cita-cita luthfi, yang setiap kali ditanya, luthfi akan selalu bilang ingin menjadi 'pintar'. doakan kaka bisa membantu luthfi mewujudkan cita-cita luthfi yaa.

dek, sebagai penebus kesalahan atas ulang tahunmu kali ini
mari kita cari waktu untuk merayakannya. oke?

udah segitu aja.. kakak makin mewek pas nulis surat ini.
jadinya ga tau mau nulis apa lagi. :")