Rabu, 16 Desember 2015

Menantikan 'nanti'

bukaaan, ini bukan menantikan dalam artian menunggu

tapi me'nanti'kan nanti alias menunda nanti.

bingung yak?

sama...



Jadi, sebenarnya gue sadar, bahwa gue adalah deadliner person yang berarti gue adalah tipe yang bekerja menjelang deadline. Salah sih, tapi emang otak gue emang dikondisikan baru akan bekerja saat menjelang deadline

tapi gue sempet kena batunya, pas semester 6, kelas penulisan kreatif
itu aja masih untung nilai gue dapat B. setidaknya bukan C...

tapi... kenyataannya, gue masih jadi deadliner person..

tapi.... gue ga mungkin begitu terus...

tapi, namanya inspirasi kan beda-beda orang

tapi...kerja nanti gue ga bisa ngandelin mood

tapi kan kalo bisa lebih maksimal gimana

tapi tetep aja ga baik buat badan


(udah sono berantem aja lu berdua di otak gue.... )

huft....ini kenapa 2 makhluk di otak gue susah buat berdamai siiih????

terus tiba-tiba ini tulisan udah melebar..


dasar nabilah !!!!

Jumat, 11 Desember 2015

hilang akan selalu berarti hilang

Mungkin sebagian orang akan berfikir bahwa apa yang saya rasakan saat ini terlalu berlebihan.

mungkin ada yang berkata saya terlalu melebih-lebihkan

mungkin ada yang berkata saya terlalu larut dalam kesedihan

mungkin ada yang berkata bahwa apa yang saya alami hanyalah kejadian kecil yang tidak perlu dipentingkan.

tapi, ini yang saya rasakan.

5 Desember 2015, saya kehilangan kucing kesayangan saya, Motie bay.

mungkin orang akan mengatakan "itu kan cuma binatang", "yang kayak gitu aja disedihkan", "tinggal ambil kucing di pinggiran aja", "cuma kehilangan kecil aja kok".

Tapi, yang namanya kehilangan tetap akan selalu menjadi sebuah kehilangan.

saya bisa mengatakan bahwa motie bay lebih dari sekedar kucing peliharaan.

dia adalah sahabat, teman ngobrol, pacar sekaligus saksi bisu kala saya dalam keadaan terpuruk. karena pada keyataannya, ia selalu ada kala saya bersedih

mata dia yang jernih itu selalu menatap sedih kala saya menangis, dan berusaha menghibur saya dengan tingkah lucunya

mungkin ini cuma perasaan saya, tapi saya merasa dia selalu paham apa yang saya fikirkan. dia selalu mengingatkan bahwa saya bisa merasakan sakit lewat cakar dan gigitannya, dia selalu mengingatkan saya tentang kelembutan saat dia meminta dibelai lembut. dia selalu mengingatkan saya untuk bertanggung jawab kala ia meraung-raung meminta makanan. dia selalu mengingatkan saya pada arti kesetiaan kala dia duduk di sofa tamu untuk menunggu kedatangan saya atau berlari dari ujung gang kala saya membuka rantai pagar.

kehilangan akan selalu menjadi kehilangan, tak peduli bentuk atau objek yang menjadi penyebab kehilangan.

karena pada dasarnya, kehilangan berarti berubah dari biasanya berkurang dari jumlah yang ada dan mengenang dari apa yang sudah pergi.

Bye Motie, I love you





Jumat, 16 Oktober 2015

selintas terapi untuk sang pemilik blog

hai, lama tak jumpa

semester 7 sudah menampakkan keganasan yang luar biasa, IKJ GAMES gue udah sampai level 7. hurray...

tapi taulah, semakin tinggi level sebuah permainan, maka semakin sulit rintangan yang dihadapi. sialnya, belakangan ini otak gue tampak enggan untuk bekerja sama.

saat ini yang bekerja sama ialah kemalasan yang tingkatnya juga selevel (mungkin) sama permainan IKJ gue. perpaduan tersebut menghasilkan kebuntuan yang menjengkelkan dalam waktu yang sangat lama.

entah ini emang namanya cobaan atau emang kesulitan yang gue hasilkan sendiri, tapi intinya gue memang lagi dalam kondisi yang teramat sangat jatuh.

alay ga sih gue curhat di blog? hahah denger kata-kata alay itu bikin gue merasa tersindir. sejak SMA, gue selalu benci banget dengan kata-kata alay, berusaha untuk menjaga sikap agar tidak terlihat alay, tapi kalau ditelusuri, sebenarnya kelakuan gue alay. jadi tiap gue ngatain orang alay, gue setengah sadar kalo gue alay.

ngomong-ngomong masalah ngatain, yaaa gue tipe menyindir orang tapi untuk diri gue sendiri. anggaplah di badan gue ini ada dua sisi (ya seperti yang lu bayangin di film-film, sisi jahat dan baik) nah kalo difikir-fikir, sisi jahat gue luar biasa jahat dari yang gue duga, gue bisa punya pikiran jahat untuk seseorang yang gue benci, tapi lucunya itu buat diri gue sendiri. anggaplah gue benci sama seseorang, maka di bayangan gue adalah orang itu sedang gue iket di sebuah tiang lalu digantung dari atas pesawat, hanya dengan dorongan kecil dari kaki manis gue, itu orang bakal jatuh ke jurang yang amat dalam. atau orang tersebut tiba-tiba terjebak di kotak yang udah gue isi sama 1000 kecoa dan jutaan jenis cacing yang menggelikan...

jahat ya gue...

tenang, itu hanya pemikiran untuk diri gue sendiri, ga ada salahnya kan berfikiran jahat, asal jangan dilakuin aja.

toh kata orang

" kalo berniat baik terhadap orang, niat tersebut udah dihitung pahala, tapi kalau niat buruk terhadap orang, niat tersebut tidak dihitung dosa hingga bener-bener kejadian"

jadi banyak-banyaklah berniat buruk....lhoooooo!!!!

apaan sih gue ga jelas hidupnya? lah emang gue ga jelas kan.....


sekian terapi gue kali ini, see you di terapi-terapi gue berikutnya....

Kamis, 23 April 2015

random again

Gue lagi senang mengkorek masa lalu
atau dengan kata lain -Now Playing : Raisa (Nostalgia)

Tapi, bukan dalam artian buruk atau galau..
tapi dalam artian merindukan momen yang memang diciptakan untuk dirasakan hanya sekali.

contohnya, status atau postingan kita di social media

Thanks to TimeHop, On this day nya Facebook dan app sejenisnya.

setidaknya saat ini gue nggak perlu ngeroll jauh-jauh untuk melihat status-status lama.

Dari segaris status atau sebuah photo lama, otak gue melemparkan diri gue ke kenangan disaat itu. meski sudah samar-samar tapi...gue mengingatnya...memang tak semua, tapi GUE TETAP MENGINGATNYA

lalu apakah gue mau merasakannya kembali? tidak

kara hal itu memang lebih baik untuk dirasakan sekali...
kalau bekali-kali, justru bisa dilupakan. karena sudah terbiasa...
jadi... gue bingung mau bahas apa lagi.....


sebenarnya gue cuma pengen terapi menulis saja untuk kali ini...
belakangan lagi kambuh gilanya.
jadi kembali menerapi diri dengan menulis
untung semester ini, banyak menulis.

thank to penulisan kreatif

setidaknya, gue bisa melepaskan batas diri gue ke dalam tulisan untuk 2 jam setiap minggunya..

dengan begitu. kegilaan gue bisa diatasi
karena diterapi mulu tiap minggu


melebar ya? yaudah gapapa... toh terapi

Deal or No Deal (Penulisan kreatif 1)

Jadi, mari kita mulai gerakan kita.
Iya, kau dan aku dalam panggung yang hitam ini
Dengan hanya sebuah sumber cahaya, lampu panggung.

Jadi, kita akan memulai dari langkah yang mana?
Aku ke kiri atau kamu yang ke kanan?
Atau harus diawali dengan sebuah putaran?
Jujur, aku bingung.

Jadi, akankah kita menari bersama untuk selamanya?
Menikmati setiap genggaman, pelukan, langkah dan putaran di panggung dan musik yang sama?
Maukah kamu membuat sebuah pernyataan tegas dan yakin bahwa kamu akan tinggal di panggung ini?
Yakinkan aku dan nyatakan!

Tunggu! apakah ada konsekuensinya?
Aku tak suka bila aku tidak dijamin oleh suatu hal
Apakah hukumannya bila kamu serta merta meninggalkanku?
Mengikatmu?
Melemparmu?
Atau membunuhmu?

Tenang, aku tidak sekejam itu.
Aku tidak akan membiarkanmu dalam rasa sakit yang lama.
Tapi, Tunggu!
Aku kan orang yang penuh kegalauan
seperti anak kecil yang bingung memilih permen rasa apa
Karena aku seperti anak kecil itu
Ingin merasakan semuanya.

Baiklah kembali ke perjanjian kita.
Apa konsekuensinya jika kamu melangkah keluar dari panggung ini dan meninggalkanku bersama bayang lampu sorot?
OH, aku tahu. setiap langkahmu akan kuhiasi dengan paku, paku yang menancap di setiap inci telapak kakimu.

Kamu bilang aku psikopat?
Lupakan, aku bukan psikopat
aku hanya orang yang ingin jadi bagian dalam hidupmu dengan cara yang tidak biasa.
siapa tahu, kamu akan dengan mudah mengingatku.

Deal or No Deal?

Aku gila? hahahaha, itu terlalu Mainstream
Intinya, tetaplah tinggal di panggung ini
atau kamu akan mengingatku dengan cara yang 'Ngeri-Ngeri Sedaaaap'

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Komentar gue setelah membaca tulisan gue sendiri :
kok bisa ya gue nulis kayak begini...?


Kamis, 19 Februari 2015

i have no idea, just happy

I have the Longest term in my LIFE.
This term, 5th term...

Oh GOD finally is DONE.
I know all is because of PRAKTIKA

But its DONE....DONE...

Oke gue lagi terlalu bahagia bisa melepaskan PRAKTIKA dan akan memulai kesibukan baru dengan my new FAMILY.

Oke gue rangkum cerita sebulan terakhir. I will always remember one day in this February. It was 2nd February. Why? because I got 3 happy news

1. I got one place in JKT MOVE IN as Reporter and Writer for their magz (To find out more about JKT MOVE IN, chech the website at twitter.com/JKTmovein )

2. gue berhasil melewati sidang praktika dengan alhamdulillah, Selamat....

3. I got....yang satu ini rahasia dulu ya, next posting. yang pasti gue bahagia banget dan loncat kegirangan saat dapat berita ini (sampai-sampai saat itu pas ada Roro, Blu dan Fathir jadi korban saking bahagianya gue)

so, I'm happy. That's it...Thank you Allah.