Jumat, 11 Desember 2015

hilang akan selalu berarti hilang

Mungkin sebagian orang akan berfikir bahwa apa yang saya rasakan saat ini terlalu berlebihan.

mungkin ada yang berkata saya terlalu melebih-lebihkan

mungkin ada yang berkata saya terlalu larut dalam kesedihan

mungkin ada yang berkata bahwa apa yang saya alami hanyalah kejadian kecil yang tidak perlu dipentingkan.

tapi, ini yang saya rasakan.

5 Desember 2015, saya kehilangan kucing kesayangan saya, Motie bay.

mungkin orang akan mengatakan "itu kan cuma binatang", "yang kayak gitu aja disedihkan", "tinggal ambil kucing di pinggiran aja", "cuma kehilangan kecil aja kok".

Tapi, yang namanya kehilangan tetap akan selalu menjadi sebuah kehilangan.

saya bisa mengatakan bahwa motie bay lebih dari sekedar kucing peliharaan.

dia adalah sahabat, teman ngobrol, pacar sekaligus saksi bisu kala saya dalam keadaan terpuruk. karena pada keyataannya, ia selalu ada kala saya bersedih

mata dia yang jernih itu selalu menatap sedih kala saya menangis, dan berusaha menghibur saya dengan tingkah lucunya

mungkin ini cuma perasaan saya, tapi saya merasa dia selalu paham apa yang saya fikirkan. dia selalu mengingatkan bahwa saya bisa merasakan sakit lewat cakar dan gigitannya, dia selalu mengingatkan saya tentang kelembutan saat dia meminta dibelai lembut. dia selalu mengingatkan saya untuk bertanggung jawab kala ia meraung-raung meminta makanan. dia selalu mengingatkan saya pada arti kesetiaan kala dia duduk di sofa tamu untuk menunggu kedatangan saya atau berlari dari ujung gang kala saya membuka rantai pagar.

kehilangan akan selalu menjadi kehilangan, tak peduli bentuk atau objek yang menjadi penyebab kehilangan.

karena pada dasarnya, kehilangan berarti berubah dari biasanya berkurang dari jumlah yang ada dan mengenang dari apa yang sudah pergi.

Bye Motie, I love you





Tidak ada komentar:

Posting Komentar