Jumat, 02 Desember 2016

nabilah dan pekerjaannya (Diary Terapi si Asisten Polos)

Hallo, long time no see
Nabilah lagi-lagi mau terapi

sebenarnya lagi dalam kondisi emosi yang cukup stabil
tapi bercerita nggak selalu nunggu kondisi emosional kan?

jadi
saat ini gue udah resmi menjadi personal asisstant di suatu CV yang bergerak dibidang agensi penulisan.
Alhamdulillah
dari kemarin gue nggak berani untuk membicarakan hal ini
bukan apa-apa, terkadang apa yang gue bicarakan bisa menjadi hal yang buruk dikemudian hari dan berdampak ke gue.
mungkin itu yang membuat gue menjadi sangat pendiam
gue takut apa yang gue omongin, kalau buruk menjadi nyata, kalau baik justru tidak terjadi

tapi akhirnya gue beranikan untuk berbicara ini
soalnya gue lihat beberapa orang lain, mereka baik-baik saja membicarakan apapun yang mereka mau, dan kehidupan mereka juga berjalan normal

jadi saat ini tepat 2 bulan gue udah bekerja disana. kalau ditanya apa aja yang gue dapat...

BANYAK

gue nggak berlebihan, tapi gue menicntai pekerjaan gue sekarang.
maybe karena ini pekerjaan pertama gue
tapi sejauh ini gue saat ini gue merasa ideal dengan pekerjaan ini
meskpin belum perfect sebagai pekerja, tapi gue belajar untuk jadi lebih baik

dunia baru, berari masalah baru, pekerjaan gue buan tanpa masalah. tapi baru kali ini dalam hidup gue, gue nggak takut itu. gue merasa tiap hari gue merasa ditantang.
dan gue menganggap sejauh ini pekerjaan ini ideal buat gue, why?

1. nggak ada jam masuk dan jam pulang, semua tergantung project yang ditangani
2. segala jenis project dihadapi, jadi gue bisa melihat berbagai jenis klien dan project yang seru
3. nggak ada keterikatan khusus, kontrak atau semacamnya. disini gue bekerja dengan arahan langsung dari atasan gue.

beberapa orang mengkhawatirkan pekerjaan gue
1. nanti kalau nggak ada kontak, atasan lo bisa semena-mena?
2. lo bekerja tanpa ada aturan yang pasti
3. nggak ada batasan tertentu kayak di perusahaan?

jawaban gue? gue justru senang
gue adalah orang yang saat ini takut terikat, gampang bosan dan dinamis. sehingga gue sangat menikmati apa yang gue jalani saat ini.

gue ga tau apa kabar bila gue langsung masuk perusahaan atau kantor yang punya segudang aturan. mungkin gue udah stress duluan

bukan berarti pekerjaan gue nggak mengundang stress dan depresi. tapi depresi yang gue rasakan itu adalah depresi yang dengan legowo gue terima
bukan depresi yang gue alami 2-3 bulan yang lalu


gue nggak tau kedepannya gue gimana. apa gue akan tetap dengan pendapat yang saat ini atau bisa berubah.
tapi yang penting saat ini. let me enjoy my job. anggap aja gue menikmati terapi jenis baru.
biasanya nggak ada terapisnya
kali ini ada
yaitu atasan gue.
hahahah


see you next post

Rabu, 09 November 2016

Sebelum Oktober habis

Judulnya sebelum Oktober habis
tapi baru saya post di bulan november
yaudahlayaaah


Yap, bulan ini adalah bulan pergantian umur saya

26 Oktober 2016
Hampir semua orang ingin merasakan hal yang spesial di hari ulang tahunnya
termasuk saya.

Tahun ini
saya merayakan ulang tahun di bulan pertama saya bekerja
dan tepat di hari ulang tahun saya
ternyata saya harus menghadiri sebuah meeting yang cukup lama dengan seorang klien

7 jam di hari ulang tahun, saya habiskan dengan menikmati perbincangan brainstorming cerita.
saya sedih? justru tidak, saya merasa bahagia.
di umur 21 tahun, saya sudah bisa membuat Ibu saya tersenyum dengan status saya yang bukan lagi pengangguran (meskipun masih trial bulan ini, tapi semoga lanjut. Amiiin)

dan dua hal yang saya pelajari
ya ulang tahun tak selalu dirayakan dalam perayaan mewah. dan ulang tahun tak selalu dirayakan tepat di hari ulang tahunnya

Hadiah pertama yang saya dapatkan adalah sepiring martabak manis dengan topping keju Double beserta lilin-lilin kecil. hal itu berasal dari Mama dan Uci. saat itu saya pulang pukul 23.30.
keduanya belum tertidur. saya sudah berfikir, pasti mereka sudah menyiapkan sesuatu. dan benar saja, hanya saja kali ini bukan kue.

Hadiah kedua saya adalah sebuah postingan di Instagram kala saya masih di jepang dengan sebait caption yang menyentuh (ini sedikit berlebihan sih, ahhaha) dari pacar saya. tepat jam 12 malam.

hadiah ketiga yaitu sepotong roti lapis dari mbak dhee, salah satu penulis yang saat itu saya temani untuk meeting. hahaha roti lapisnya enak mbak.

hadiah keempat saya yaitu satu set power bank beserta dengan kabel-kabelnya
hahahaha
kali ini dari si pak boss
alasan dia memberi itu adalah, biar saya tak punya alasan batre hp habis lagi kala tidak bisa dihubungi untuk urusan kerja
apakah ini pertanda pekerjaan saya akan berlanjut???
SEMOGA... ahahhaha

Hadiah berikutnya adalah sebuah VN dari Anis kala saya masih menunggu jam pulang meeting.
Hadiah berikutnya adalah dua buah postingan Path dari dua teman yang berbeda lingkup serta dua buah dm di instagram dari sahabat saya di SMA.
yang satu dari Roro dengan foto saya yang berpelukan
dan lainnya dari Linda, sahabat saya dari SMP dengan sebait caption yang membuat saya bernostalgia masa SMP.
dua dm dari Yogan dan There, Sahabat SMA yang sudah lama sekali tak berjumpa :")

Hadiah berikutnya adalah ucapan lucu dari grup aneh bernama dagil yang entah kenapa, kewarasan dari kami bertiga patut dipertanyakan, haahah (maaf ya fab, maaf ya kak hahaha)

Hadiah berikutnya diberi di hari berikutnya
saat itu sepulang dari PIM, saya menuju daerah Blok M, untuk janjian dengan Monic.
cukup lama saya menunggu hingga akhirnya, dia dan mamanya membawa 2 potongan red velvet dengan dua buah lilin kecil diatasnya. hari itu kami rayakan dengan tambahan 2 potong ayam hot and cheesy nya KF*

(percayalah, keju selalu berhasil membuat saya bahagia)

hadiah berikutnya adalah hari ini, 29 oktober 2016
teman-teman kelas serunya memberikan sebuah kue lucu untuk merayakan ultah saya yang sudah terlewat 3 hari. ditambah sebuah mini bag dari mbak diah yang udah kami anggap seperti ibu kami sendiri


semnua hadiah itu terlihat sederhana, tapi melengkapi kebahagiaan 21 tahun saya
memang saat di hari H saya tidak melakukan hal spesial seperti tahun lalu.


Tahun lalu saya menghabiskan hari ulang tahun saya dengan bersepeda sendirian mengelilingi Manggarai dan Menteng. menghampiri Taman menteng dan Taman suropati, membawa sebuah kamera dan berbicara dengan kamera ala vlogger di taman, mereview apa yang terjadi 3 tahun sebelumnya.  tentu saja hasilnya menjadi koleksi pribadi dan jangan sampai ada yang melihatnya.

maaf bila entri kali ini sedikit berlebihan
tapi bagi saya setiap pergantian tahun itu patut dibuat spesial
bagaimanapun caranya
karena pergantian umur sebenarnya berarti pada pengurangan masa hidup

Nabilah.... selamat 21 tahun
tahun depan mau dirayakan bagaimana??? mari pikirkan dari sekarang

Selasa, 01 November 2016

Hai..

Hai, masa depan
apa kabar?
senangnya menjadi dirimu
selalu dikhawatirkan oleh semua orang
semua orang peduli padamu

Masa depan
seperti apakah aku dalam sudut pandangmu?
apakah aku akan bahagia atau tidak
apakah aku akan memberi kebahagiaan kepada semua orang
apakah dimatamu, aku akan menjadi sesuatu yang 'wah'
atau sebaliknya

masa depan
apa aku terlalu terobsesi dengan apa yang kamu fikirkan
apa aku terlalu agresif mengetahui apa yang kamu tahu tentang diriku
apa aku terlalu buru-buru mengejar mu?

masa depan
karena dirimu, aku berpaling dari masa lalu
karena dirimu, aku dan masa kini selalu bertentanga
karena dirimu, aku tak tahu yang mana yang harus ku pilih
ini seperti cinta segitiga, ah bahkan lebih.

masa depan
aku tak tahu harus berbicara apa lagi
tapi satu hal yang sangat ingin kuketahui
apakah dimatamu, aku bisa sembuh?

Kamis, 20 Oktober 2016

Hai, setelah sekian lama...saya terapi juga akhirnya

hai para penghuni dan pembaca blogger

wow posting terakhir saya ternyata pada tanggal 18 Mei 2016
sudah lama bukan?

saat itu saya sedang dalam tahap mengerjakan Tugas Akhir
Alhamdulillah kini sudah S.Sn, meskipun belum wisuda. tapi setidaknya semua terbayar.

dulu sebenarnya mau buat video kilas balik selama 8 semester. dan membuat diary selepas masa kuliah
tapi, semua masih di tahap rencana hingga saat ini
rencana untuk mempercantikk blog ini
rencana untuk melepas penat dengan liburan
rencana untuk pergi ke jogja sendiri saat ulang tahun

semua MASIH rencana, dengan harapan, kedepannya akan terlaksana
karena ternyata kilas 4 bulan kebelakang adalah masa terjatuh saya.

mungkin sebagian orang akan mengatakan saya orang Alay yang mencurahkan isi hati saya di sosial media seperti ini

tapi bagaimana lagi? ini satu-satunya cara saya untuk menyelamatkan saya dari fikiran saya sendiri

akhirnya saya merasakan bahwa

depresi itu diam-diam bisa membunuh.
saya sadar, kesehatan jiwa saya memang sangat tidak baik
bahkan banyak orang yang menjadi imbas dari smeua ini
sebut saja orang tua, pacar dan teman-teman saya.
sudah lama saya ingin kembali memberi terapi kepada saya melalui blog ini
tapi lagi-lagi fikiran saya jauh lebih bahaya dari apa yang saya bayangkan.

saya bukan tipe yang bisa menyimpan semuanya ke dalam diri saya
saya selalu akan mempertanyakan kenapa semua terjadi kepada saya
akan selalu seperti itu
yang kemudian menjadi sebuah perilaku memberontak yang merugikan orang di sekitar saya

perasaan ingin bunuh diri kala depresi itu benar adanya
dan saya selalu hampir melakukannya
kalau saya tidak memikirkan keuarga saya
entah bagaimana nasib saya saat ini

perasaan dituntut itu terasa amat jelas menyakiti
dimana kondisi saya yang sebenarnya tidak siap dengan segala tuntutan itu
tapi saya HARUS mendapatkan tuntutan itu
saya baru mau 21 tahun
tapi beban saya melebihi dari seharusnya

mungkin orang akan mengatakan 'kamu nggak bersyukur, hanya melihat ke atas, tapi tidak melihat kebawah'
bukannya saya tidak melakukan itu, saya mencoba, bahkan saya mantapkan dalam diri saya
tapi fikiran saya ternyata jauh lebih liar dari apa yang saya bayangkan
tiap kali ada kesempatan sendiri di ojek atau dimanapun, bahkan dirumah
fikiran saya selalu menerkam saya. saya ingin lpncat dari motor, membakar tangan saya, menelan pil dalam jumlah banyak, atau apapun itu yang memungkinkan saya untuk menghilangkan nyawa saya

saya melawan
saya nggak pernah membiarkan diri saya sendiri
bahkan kala malam disaat semua sudah tertidur
saya berusaha mencari teman mengobrol via chat
siapapun itu, bahkan ketika tidak ada satupun yang terjaga
saya membuka omegle
semua saya lakukan untuk menyelamatkan saya dari kesendirian

sekarang saya sudah mulai bekerja (dan semoga ini berlanjut)
semua kesibukan saya yang sebenarnya sangat melelahkan tapi saya senang melakukannya
setidaknya saya tidak memiliki kesempatan untuk terjebak dalam fikiran liar saya
saya jauh lebih tenang
dan akhirnya saya menulis kembali untuk lebih jauh menyellamatkan saya.


sekian terapi saya
satu hal saya sadari
depresi itu nyata
saya memahami sekarang bagaimana seorang demi lovato, selena bahkan marshanda berjuang menyelamatkan diri mereka dari fikiran mereka sendiri

untungnya saya bukan orang terkenal
hahaha setidaknya tidak ada haters yang perlu saya hadapi

saya belum sembuh total,
tapi perlahan saya harap
blog ini bisa menjadi jalan terapi saya dan penolong saya dari fikiran saya.

thank you karena sudah membaca!

Dan buat nabil... Selamat menjelang 21 tahun

Rabu, 18 Mei 2016

Nabilah si Pecinta Nostalgia

Hallo semua

sebenarnya ini hal random yang terfikir saat gue sedang tertidur.

dan asal tahu aja, gue membuat post ini dalam kondisi yang kurang sehat

tapi entah mengapa kata-kata ini mengiang di kepala gue

bahwa gue adalah seorang yang menyukai nostalgia

hal itu gue sadari saat menelisik kembali semua pos yang ada di blog, tulisan yang gue tulis di buku keramat, sama kebiasaan gue yang selalu menikmati time's hop facebook dan sejenisnya.
ada kenikmatan sendiri kala gue merasakan kembali moment-moment tersebut.


nah, tapi

ada satu hal yang mengganggu gue

pernah gue baca di salah satu akun instagram yang berisi fakta-fakta unik

di salah satu postingannya, ia mengatakan bahwa ciri-ciri orang yang sulit untuk menggapai sukses adalah orang yang selalu nostalgia

okey, disini gue rada tersinggung

jadi gue nggak bisa sukses gitu??

katanya sih, orang-orang yang sukses itu yang nggak pernah liat ke belakang dan tetap maju kedepan

bener sih

tapi bukan berarti orang yang suka nostalgia juga nggak bisa sukses

ada loh orang sukses karena belajar dari nostalgia

dan justru karena nostalgia itulah yang membuat dia bertahan hingga saat itu.

sebagai orang yang menyukai nostalgia, gue merasakan manfaat nostalgia itu

toh gue mengingat hal-hal yang baik kok

yang buruk juga sih

tapi ada alasan tersendiri mengingat hal-hal itu

misalnya gue, kadang gue mengingat diri gue yang dulu yang sangat cuek terhadap perkataan orang

hal itu jadi motivasi gue buat diri gue saat ini.. bahwa gue harus percaya diri, jangan peduli apa kata orang

atau misalnya gue bernostalgia mengingat masa kecil gue yang nggak kesampaian (main musik)

hal itu malah jadi arus deras ide gue dalam membuat cerita.

jadi, benarkah orang yang selalu bernostalgia sulit untuk sukses?

i dont think so...


sekian post nggak jelas untuk kesekian kalinya

intinya balikk lagi... terapi!

maklum...,mahasiswa tingkat akhir...

Selasa, 03 Mei 2016

cerita iseng level kabupaten

Seperti yang gue katakan sebelumnya.

Gue memang sedang pusing menghadapi Tugas Akhir

Tapi selalu ada aja hal random yang gue lakukan dikala membunuh kebosanan.

seperti tulisan yang satu ini.

Ini adalah buah karya teman-teman gue dan gue sendiri. jadi di dalam grup line, kita masing-masing menciptakan satu kalimat yang merupakan kelanjutan dari kalimat sebelumnya yang dibuat oleh orang lain di grup tersebut.

awalnya cuma gue, roro dan femi. namun beberapa bagian belakang, datanglah anis dan monic.

dan berikut adalah cerita random yang berhasil kita buat.

gue ga punya judul buat cerita absurd ini. so, enjoy


Absurd dream
Story by : Femilia wibisono, Monica Caesaria, Nabilah Putri Dewani, Pramesti kirana, Rahma anisa

semalam tumben banget gue mimpi sesuaatu. Mimpi berada disuatu kota yang berbeda. dikota itu gak ada orang satu pun kecuali gue . gue kebingungan, mau nyari sampe ke pojok yang ena-ena, nggak ada orang juga. Tapi dikota ini yang bikin berbeda adalah matahari yang terasa dingin. karena dingin gue masuk ke toko makanan kaya ramen.  ajaibnya, meskipun ngga ada orang, ada semangkuk ramen hangat tersaji diatas meja. Saat gue coba itu ramen, rasanya tidak asing seperti buatan seseorang yang sering aku temui. karna terlalu menikmati ramen walaupun inget buatan seseorang tapi gue melihat lagi dimeja lainnya dan gue makan lagi. 

tiba-tiba ada suara gemuruh di luar kedai. Suara itu berasal dari salah satu gedung yang lumayan besar diujung jalan. gue bergegas keluar kedai dan ke gedung itu ternyata ada kecelakan yang jatuh dari lantai 22 . gue lari kesana, sampai disana gue kaget setengah mati. Yang terjatuh dari lantai 22 itu sebuah mangkok kosong yang sangat besar . pas gue tau itu mangkok gue kaget dong terus gue kepikiran ramen yang tadi gue tinggal belum dihabisin . yaudah daripada mubazir, gue balik lagi ke kedai tadi. 

Tapi pas gua jalan ke kedai tadi, jalannya sudah berubah adanya toko2 yang menjual minuman. sembari jalan balik ke kedai karna haus abis lari2 ya gue beli minuman yang seger dulu deh. lagi asyik minum sambil jalan, gue ngga lihat ada lobang di depan. Akhirnya gue masuk ke lobang itu dan begitu dalam. karna terlalu dalam dan terlalu gelap akhirnya gue menyalakan senter. baru mau nyalain senter, gue nubruk ke tanah. 

Lucunya tanah ini empuk seperti spons dan badan gue gak ada luka sedikitpun. Njir otak gue ngerasa kalo gue lagi ada di dunia sponge akhirnya gue main2 melemparkan badan berkali-kali. kebetulan, badan gue yang empuk ini, mendukung gue untuk memantul semakin ekstrim. Semakin diri gue main pantulan ini, semakin terasa badan gua makin ringan. semakin asik gue memantulkan badan gue lama lama gue laper lagi hahaha akhirnya gue memikirkan bagaimana caranya keluar. 

gue berusaha keluar dengan mellakukan gerakan aneh, yang membuat gue seperti badut. Sampai akhirnya gua merasa kembali ketitik awal dimana semua ini bermula. tapi gue kembali dibingungkan dengan tempat yang tanpa penghuni ini. dan yang bikin tambah anehnya lagi, sekarang ditangan gue ada sebuah boneka. 

Boneka yang begitu lucu dan begitu wangi sehingga gue merasa ini ada yang tidak beres dengan kota ini. boneka yang cantik ini mengingatkan gue tentang seseorang . ah iya, boneka ini kan pemberian seorang anak kecil yang samar-samar terlintas difikiran gue. Tapikan ini boneka sudah 3 tahun yang lalu diberikan dan gue juga udah gak pernah liat boneka ini lagi. karna wangi boneka ini terus tercium di hidung gue makanya gue selalu saja mengingat orang yang pernah ngasih ini. ada hawa merinding yang menyergap sekujur tubuhku saat melihat boneka ini. 

Gue menampis hawa ini dan berpikiran positif, palingan tadi karena gue mencoba berpikir keras untuk mengingat dengan jelas wajahnya. makin lama makin lama makin lama wajahnya selalu tebayang . gadis kecil itu, rasanya adalah seseorang yang nggak bisa aku abaikan begitu saja. Ingin rasanya bertemu dengannya hari ini, namun gak tau harus bagaimana. aku terus berjalan menyusuri jalanan itu sampai aku menemukan jalan keluarnya. 

Saat sudah keluar aku malah melihat bayangan samar diujung jalan. bayangan itu semakin nyata mendekat ke arah ku dan perasaan aku mulai kembali tidak enak. Sesosok wanita yang sedang berjalan menuju kearah ku dengan senyuman yang manis dan wangi seperti boneka yang ku peggang ini. Wanita itu menyapaku, membawaku mengenang masa-masa itu. Masa dimana senyum hadir ketika mata saling bertatap. Senyuman yg selalu kurindukan

Minggu, 24 April 2016

Ganti nama blog

well, just info

awalnya nama blog gue adalah Ganishe-bidong.blogspot.co.id

tapi... karena suatu kejadian yang sedikit menyeramkan bagi gue

akhirnya gue menggantinya menjadi bilanabidong.blogspot.com


itu aja


Sabtu, 23 April 2016

Post pertama di 2016

Pertama-tama, gue mau meminta maaf banget,

seharusnya gue mulai menjadikan blog ini serius dengan beberapa pos yang sudah direncanakan dari awal tahun. Perencanaan masa depan blog ini pun sudah diarahkan, namun karena kesibukan gue sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, semua ketunda dahulu.

hari ini gue posting itu karena gue memiliki waktu luang setelah skenario draft 1 gue selesai dan sedang dalam pemeriksaan dosen pembimbing. doakan saja semua lancar ya.. (Amin)

nah lucunya, gue sempat membuat satu cerpen diantara kesibukan gue tersebut, sebenarnya ini adalah permintaan tolong seorang teman untuk sebuah tugas. awalnya gue hanya membuat sekedarnya, tapi namanya keajaiban otak, entah kenapa ide gue mengalir dengan deras. berbeda dengan saat gue mengerjakan skenario gue

memang ternyata hal yang ga terlalu dibeban justru kadang jadi lebih bagus.

so ini adalah cerpen pertama gue di 2016 sekaligus cerpen gue yang baru gue buat setelah bertahun-tahun vakum menulis cerpen .




OJEK PAYUNG


Kata orang...
Kebahagiaan bagi suatu orang berarti disaat bersamaan menjadi penderitaan bagi orang lain. Jadi seperti saling melengkapi. Misalnya, ketika di suatu kelas ada seorang guru fisika yang memiliki wajah yang menyeramkan, sebagian akan mengatakan bahwa guru itu galak, sebagian ada yang mengatakan bahwa guru tersebut pintar, karena dia bisa menyampaikan materi dengan baik. Atau misalnya ada orang suka sama kucing karena katanya lucu, imut, menggemaskan. Tapi disatu sisi ada juga yang tidak menyukai kucing, entah itu karena bulunya atau kelakuan kucingnya. Atau, ada manusia yang tidak menyukai hujan, ada juga manusia yang tidak menyukai hujan. Tidak suka karena mengganggu aktivitas, membuat kantuk dan sebagainya, suka karena dapat disimbolkan menjadi sesuatu yang romantis atau hal lainnya
           
“Dek, ojek payungnya”, panggil seorang laki-laki.

Ya, Luthfi adalah bagian dari penyuka hujan bukan karena romantis, sejuk atau alasan yang terlalu picis seperti itu. Baginya hujan sama dengan rejeki. Ia mengambil pundi-pundi diantara kekesalan orang-orang terhadap hujan. Berlari dengan guyuran air langit dan suasana udara yang biru.
            “mau kemana, pak? “
            “Stasiun”
            “ini payungnya”

Luthfi menyerahkan payung warna pelangi itu, kemudian dia berlari mengikuti dari belakang. Sesekali ia bercanda dengan rekan sesama ojek payung. Menciptakan cipratan yang terkadang mengganggu orang sekitar, tapi mana peduli mereka. Bagi mereka, hujan sama dengan rejeki dan taman bermain gratis.

Sesampainya lelaki tadi di stasiun, ia memberikan dua lembar pecahan sepuluh ribu. Kemudian ia berlalu dengan tergesa-gesa. Hanya raut kecewa yang terpampang di wajah luthfi. Kemudian ia berlalu meninggalkan stasiun, mencari rejeki yang ia tak kunjung ia temukan.
Kali ini dia berlomba bersama kawannya, siapa yang lebih dahulu sampai di pasar kembali, ia berhak memberikan payung ke pemenang selama 15 menit. Tapi dengan syarat harus menghindari setiap genangan yang ada.
            “satu, dua, TIGA!”, teriak Luthfi. Keduanya berlari sembari memegang payung, membuat gerakan akrobatik untuk menghindari genangan kecil nan rapat, mempraktikan gerakan lompat jauh saat genangan besar menghadang, serta mendorong satu sama lain agar bisa memenangkan kompetisi tersebut, mereka bersaing dalam tawa. Pada akhirnya, kawannya tersebut yang menang. 15 menit ia relakan payungnya dan hanya sibuk menikmati hujan yang sepertinya tak akan kunjung reda.
Hari semakin sore dan benar saja, langit masih sibuk menumpahkan air-air langitnya yang seperti tidak akan ada habisnya. Di setiap titik sudah tercipta banji-banjir semata kaki yang makin menggangu orang-orang yang beraktivitas. Luthfi sudah mendapatkan kembali payungnya. Kini ia sibuk menawarkan jasanya di sekitar stasiun. Jam segitu adalah jam pulang kantor bagi beberapa orang. Luthfi berlalu lalang namun tak kunjung menemukan orang-orang yang mau menggunakan jasanya. Sepertinya orang-orang mulai menyadari bahwa musim hujan akan berlangsung lama sehingga mereka sudah menyiapkan payung mereka sendiri. Beberapa orang yang sudah menggunakan jasanya sore itu memberikan duit sekitar 20-30 ribu. Tapi raut wajah luthfi masih saja kecewa.
            “Dek, ojek payung” seorang lelaki pekerja kantoran memanggilnya. Ia tampak gelisah saat memanggil Luthfi. Kemudian Luthfi menghampiri lelaki itu.
            “mau kemana, pak?” tanya Luthfi.
            “Udah, ikut aja. Saya buru-buru, nanti saya bayar gede”, kata lelaki itu dengan gelisah. Disaat yang bersamaan, Luthfi melihat seorang gadis kecil sedang menangis. Dia menoleh linglung seperti mencari sesuatu.
            “dek, sini payungnya, saya buru-buru ini!” kata lelaki itu setengah berteriak. Luthfi menatap lelaki itu lalu kembali melihat gadis itu bergantian.
            “Maaf pak, cari ojek payung yang lain aja”, kata luthfi sambil meninggalkan lelaki itu
            “Dasar, dikasih rejeki malah nolak”, kata lelaki itu dari kejauhan. Luthfi tidak peduli, ia menghampiri gadis tersebut. Gadis itu terllihat ketakutan melihat Luthfi yang sedikit kumuh.
            “Kenapa dek?” tanya Luthfi. “ Jangan takut, saya ingin menolong kamu”
            “Ibu saya hilang” kata gadis itu sembari menangis. Ia menangis semakin jadi. Luthfi semakin kebingungan. Ia menoleh sekitar dan kebingungan. “ tadi saya ke pasar sama ibu saya, terus tadi ada kucing lucu. Tapi, kucing takut saya deketin, mangkanya saya kejar, terus...” gadis kecil itu tak mampu melanjutkan kata-katanya.
            “Dek, pakai payungnya. Kita ke pasar lagi, kita cari ibu kamu sama-sama, siapa tahu ibu kamu masih di pasar”, Luthfi menyodorkan payungnya.Gadis itu mengambil lalu memayungi dirinya. Saat melihat Luthfi berlari di dalam hujan, Gadis itu protes
            “ kamu kok hujan-hujanan? Ini payungan sama aku”. Luthfi tersenyum.
            “Nggak apa-apa, kamu aja dek. Saya lebih senang hujan-hujanan”. Gadis itu mengerutkan dahi. “ ini cara saya berterima kasih sama hujan, dek. Kalau nggak ada hujan, nggak bakal ada ojek payung”

Gadis itu mangut-mangut. Kemudian keduanya menuju pasar. Di dalam pasar sudah terjadi kehebohan, seorang perempuan menangis. Perempuan yang menangis tersebut tak lain adalah ibu dari gadis kecil tersebut. Luthfi membawa gadis itu ke ibunya, gadis itu berteriak memanggil ibunya dan terjadi adegan haru pertemuan kembali ibu dan anak. Orang-orang yang tadi berkerumun, kembali ke posisi masing-masing. Gadis dan ibunya tersebut berlalu. Luthfi sempat terlihat termurung, lalu gadis itu menoleh balik
            “Terima kasih, Tuan ojek payung”. Luthfi tersenyum, itu rejeki yang ia tunggu-tunggu seharian. Luthfi melambaikan tangannya lalu dibalas oleh gadis tersebut.
            Gadis itu berjalan bersama ibunya keluar dari pasar, ibunya membuka payung lalu berjalan, kemudian gadis itu justru hujan-hujanan.
            “Lia, jangan hujan-hujanan, nanti kamu sakit”

            “Nggak apa-apa ma, ini cara terima kasih Lia sama hujan. Karena hujan, Lia bisa ketemu mama lagi.” Ibu nya tersenyum haru, lalu menutup payungnya. Bersama dengan gadis kecilnya, mereka berjalan menerobos hujan menuju arah pulang.