Seperti yang gue katakan sebelumnya.
Gue memang sedang pusing menghadapi Tugas Akhir
Tapi selalu ada aja hal random yang gue lakukan dikala membunuh kebosanan.
seperti tulisan yang satu ini.
Ini adalah buah karya teman-teman gue dan gue sendiri. jadi di dalam grup line, kita masing-masing menciptakan satu kalimat yang merupakan kelanjutan dari kalimat sebelumnya yang dibuat oleh orang lain di grup tersebut.
awalnya cuma gue, roro dan femi. namun beberapa bagian belakang, datanglah anis dan monic.
dan berikut adalah cerita random yang berhasil kita buat.
gue ga punya judul buat cerita absurd ini. so, enjoy
Absurd dream
Story by : Femilia wibisono, Monica Caesaria, Nabilah Putri Dewani, Pramesti kirana, Rahma anisa
Story by : Femilia wibisono, Monica Caesaria, Nabilah Putri Dewani, Pramesti kirana, Rahma anisa
semalam tumben banget gue mimpi
sesuaatu. Mimpi berada disuatu kota yang berbeda. dikota itu gak ada orang satu
pun kecuali gue . gue kebingungan, mau nyari sampe ke pojok yang ena-ena, nggak
ada orang juga. Tapi dikota ini yang bikin berbeda adalah matahari yang terasa
dingin. karena dingin gue masuk ke toko makanan kaya ramen. ajaibnya, meskipun ngga ada orang, ada
semangkuk ramen hangat tersaji diatas meja. Saat gue coba itu ramen, rasanya
tidak asing seperti buatan seseorang yang sering aku temui. karna terlalu
menikmati ramen walaupun inget buatan seseorang tapi gue melihat lagi dimeja
lainnya dan gue makan lagi.
tiba-tiba ada suara gemuruh di luar kedai. Suara
itu berasal dari salah satu gedung yang lumayan besar diujung jalan. gue
bergegas keluar kedai dan ke gedung itu ternyata ada kecelakan yang jatuh dari
lantai 22 . gue lari kesana, sampai disana gue kaget setengah mati. Yang
terjatuh dari lantai 22 itu sebuah mangkok kosong yang sangat besar . pas gue
tau itu mangkok gue kaget dong terus gue kepikiran ramen yang tadi gue tinggal
belum dihabisin . yaudah daripada mubazir, gue balik lagi ke kedai tadi.
Tapi
pas gua jalan ke kedai tadi, jalannya sudah berubah adanya toko2 yang menjual
minuman. sembari jalan balik ke kedai karna haus abis lari2 ya gue beli minuman
yang seger dulu deh. lagi asyik minum sambil jalan, gue ngga lihat ada lobang
di depan. Akhirnya gue masuk ke lobang itu dan begitu dalam. karna terlalu
dalam dan terlalu gelap akhirnya gue menyalakan senter. baru mau nyalain
senter, gue nubruk ke tanah.
Lucunya tanah ini empuk seperti spons dan badan
gue gak ada luka sedikitpun. Njir otak gue ngerasa kalo gue lagi ada di dunia
sponge akhirnya gue main2 melemparkan badan berkali-kali. kebetulan, badan gue
yang empuk ini, mendukung gue untuk memantul semakin ekstrim. Semakin diri gue
main pantulan ini, semakin terasa badan gua makin ringan. semakin asik gue
memantulkan badan gue lama lama gue laper lagi hahaha akhirnya gue memikirkan
bagaimana caranya keluar.
gue berusaha keluar dengan mellakukan gerakan aneh,
yang membuat gue seperti badut. Sampai akhirnya gua merasa kembali ketitik awal
dimana semua ini bermula. tapi gue kembali dibingungkan dengan tempat yang
tanpa penghuni ini. dan yang bikin tambah anehnya lagi, sekarang ditangan gue
ada sebuah boneka.
Boneka yang begitu lucu dan begitu wangi sehingga gue merasa
ini ada yang tidak beres dengan kota ini. boneka yang cantik ini mengingatkan
gue tentang seseorang . ah iya, boneka ini kan pemberian seorang anak kecil
yang samar-samar terlintas difikiran gue. Tapikan ini boneka sudah 3 tahun yang
lalu diberikan dan gue juga udah gak pernah liat boneka ini lagi. karna wangi
boneka ini terus tercium di hidung gue makanya gue selalu saja mengingat orang
yang pernah ngasih ini. ada hawa merinding yang menyergap sekujur tubuhku saat
melihat boneka ini.
Gue menampis hawa ini dan berpikiran positif, palingan tadi
karena gue mencoba berpikir keras untuk mengingat dengan jelas wajahnya. makin
lama makin lama makin lama wajahnya selalu tebayang . gadis kecil itu, rasanya
adalah seseorang yang nggak bisa aku abaikan begitu saja. Ingin rasanya bertemu
dengannya hari ini, namun gak tau harus bagaimana. aku terus berjalan menyusuri
jalanan itu sampai aku menemukan jalan keluarnya.
Saat sudah keluar aku malah
melihat bayangan samar diujung jalan. bayangan itu semakin nyata mendekat ke
arah ku dan perasaan aku mulai kembali tidak enak. Sesosok wanita yang sedang
berjalan menuju kearah ku dengan senyuman yang manis dan wangi seperti boneka
yang ku peggang ini. Wanita itu menyapaku, membawaku mengenang masa-masa itu. Masa
dimana senyum hadir ketika mata saling bertatap. Senyuman yg selalu kurindukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar