Selasa, 03 Mei 2016

cerita iseng level kabupaten

Seperti yang gue katakan sebelumnya.

Gue memang sedang pusing menghadapi Tugas Akhir

Tapi selalu ada aja hal random yang gue lakukan dikala membunuh kebosanan.

seperti tulisan yang satu ini.

Ini adalah buah karya teman-teman gue dan gue sendiri. jadi di dalam grup line, kita masing-masing menciptakan satu kalimat yang merupakan kelanjutan dari kalimat sebelumnya yang dibuat oleh orang lain di grup tersebut.

awalnya cuma gue, roro dan femi. namun beberapa bagian belakang, datanglah anis dan monic.

dan berikut adalah cerita random yang berhasil kita buat.

gue ga punya judul buat cerita absurd ini. so, enjoy


Absurd dream
Story by : Femilia wibisono, Monica Caesaria, Nabilah Putri Dewani, Pramesti kirana, Rahma anisa

semalam tumben banget gue mimpi sesuaatu. Mimpi berada disuatu kota yang berbeda. dikota itu gak ada orang satu pun kecuali gue . gue kebingungan, mau nyari sampe ke pojok yang ena-ena, nggak ada orang juga. Tapi dikota ini yang bikin berbeda adalah matahari yang terasa dingin. karena dingin gue masuk ke toko makanan kaya ramen.  ajaibnya, meskipun ngga ada orang, ada semangkuk ramen hangat tersaji diatas meja. Saat gue coba itu ramen, rasanya tidak asing seperti buatan seseorang yang sering aku temui. karna terlalu menikmati ramen walaupun inget buatan seseorang tapi gue melihat lagi dimeja lainnya dan gue makan lagi. 

tiba-tiba ada suara gemuruh di luar kedai. Suara itu berasal dari salah satu gedung yang lumayan besar diujung jalan. gue bergegas keluar kedai dan ke gedung itu ternyata ada kecelakan yang jatuh dari lantai 22 . gue lari kesana, sampai disana gue kaget setengah mati. Yang terjatuh dari lantai 22 itu sebuah mangkok kosong yang sangat besar . pas gue tau itu mangkok gue kaget dong terus gue kepikiran ramen yang tadi gue tinggal belum dihabisin . yaudah daripada mubazir, gue balik lagi ke kedai tadi. 

Tapi pas gua jalan ke kedai tadi, jalannya sudah berubah adanya toko2 yang menjual minuman. sembari jalan balik ke kedai karna haus abis lari2 ya gue beli minuman yang seger dulu deh. lagi asyik minum sambil jalan, gue ngga lihat ada lobang di depan. Akhirnya gue masuk ke lobang itu dan begitu dalam. karna terlalu dalam dan terlalu gelap akhirnya gue menyalakan senter. baru mau nyalain senter, gue nubruk ke tanah. 

Lucunya tanah ini empuk seperti spons dan badan gue gak ada luka sedikitpun. Njir otak gue ngerasa kalo gue lagi ada di dunia sponge akhirnya gue main2 melemparkan badan berkali-kali. kebetulan, badan gue yang empuk ini, mendukung gue untuk memantul semakin ekstrim. Semakin diri gue main pantulan ini, semakin terasa badan gua makin ringan. semakin asik gue memantulkan badan gue lama lama gue laper lagi hahaha akhirnya gue memikirkan bagaimana caranya keluar. 

gue berusaha keluar dengan mellakukan gerakan aneh, yang membuat gue seperti badut. Sampai akhirnya gua merasa kembali ketitik awal dimana semua ini bermula. tapi gue kembali dibingungkan dengan tempat yang tanpa penghuni ini. dan yang bikin tambah anehnya lagi, sekarang ditangan gue ada sebuah boneka. 

Boneka yang begitu lucu dan begitu wangi sehingga gue merasa ini ada yang tidak beres dengan kota ini. boneka yang cantik ini mengingatkan gue tentang seseorang . ah iya, boneka ini kan pemberian seorang anak kecil yang samar-samar terlintas difikiran gue. Tapikan ini boneka sudah 3 tahun yang lalu diberikan dan gue juga udah gak pernah liat boneka ini lagi. karna wangi boneka ini terus tercium di hidung gue makanya gue selalu saja mengingat orang yang pernah ngasih ini. ada hawa merinding yang menyergap sekujur tubuhku saat melihat boneka ini. 

Gue menampis hawa ini dan berpikiran positif, palingan tadi karena gue mencoba berpikir keras untuk mengingat dengan jelas wajahnya. makin lama makin lama makin lama wajahnya selalu tebayang . gadis kecil itu, rasanya adalah seseorang yang nggak bisa aku abaikan begitu saja. Ingin rasanya bertemu dengannya hari ini, namun gak tau harus bagaimana. aku terus berjalan menyusuri jalanan itu sampai aku menemukan jalan keluarnya. 

Saat sudah keluar aku malah melihat bayangan samar diujung jalan. bayangan itu semakin nyata mendekat ke arah ku dan perasaan aku mulai kembali tidak enak. Sesosok wanita yang sedang berjalan menuju kearah ku dengan senyuman yang manis dan wangi seperti boneka yang ku peggang ini. Wanita itu menyapaku, membawaku mengenang masa-masa itu. Masa dimana senyum hadir ketika mata saling bertatap. Senyuman yg selalu kurindukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar