Waw...
Sudah sangat lama aku tidak melihat ke blog ini. Memang aku memiliki banyak blog, tapi blog ini salah satu saksi perjuanganku di masa-masa quarter life crisis
Blog ini hadir saat aku menginjak semester 2 perkuliahan (atau semester 1 ya? aku lupa persis kapan). Lalu tulisan demi tulisan hadir dalam blog ini, hingga aku sudah memasuki dunia kerja. Boleh dikatakan, 10 tahun blog ini hadir.
Lalu apa yang bisa aku ceritakan setelah 10 tahun blog ini?
Aku Bertumbuh.
Tidak hanya dari segi fisik, emosional ku pun bertumbuh, mengalami terpaan dan ujian hingga akhirnya menemukan titik untuk berdamai. Sekarang ketika memikirkan blog ini sudah ada 10 tahun lamanya, seolah-olah waktu 10 tahun itu singkat. Padahal 10 tahun ini memang perjalanan yang bisa dikatakan berat dan beberapa kali aku di titik menyerah. Tapi akhirnya aku bertumbuh menjadi sosok yang ada di hari ini.
Aku Belajar.
Ketika dosen/guru/petuah mengatakan bahwa belajar tidak hanya tentang sekolah, aku sempat menyepelekan hal itu. Tapi kini setelah 10 tahun, aku baru memahami kalimat itu. Aku belajar banyak hal tentang kehidupan ini. Satu hal besar yang perlu kugaris bawahi dari sekian banyak pembelajaran adalah : Aku belajar merelakan mimpi-mimpi dan ambisi yang aku kejar setengah mati, dan ternyata aku tetap baik-baik saja
Dulu aku berfikir, bahwa dengan aku melepaskan mimpi dan keinginan, aku udah menjadi manusia yang penuh kegagalan, gak berguna, gak punya kesempatan lagi di kemudian hari dan waktu seketika berhenti di saat itu
Tapi nyatanya, aku tetap hidup, meski di usia yang dulu ku pikir seharusnya aku udh menggapai semuanya tapi ternyata gagal, aku tetap bisa menjalani hari. Menyadari bahwa ada ratusan juta manusia di bumi ini dan tidak mungkin semuanya menjadi tokoh utama, membuatku sadar, mungkin aku cukup menjadi tokoh utama dalam pikiranku, bukan di hadapan semua orang. Dan itu GAPAPA sama sekali
Aku Berdamai
Masih berkaitan dengan bahasan sebelumnya, aku berdamai dengan diriku sendiri. Aku menyadari bahwa sosok yang paling keras terhadap diriku ternyata adalah diriku sendiri. Membuat standar tinggi, menyalahkan diri karena kegagalan dan kekurangan, menganggap diri ini nggak ada apa-apanya membuat aku nggak pernah merasa cukup, membuatku merasa selalu salah, selalu kurang. Aku pun berdamai bahwa memang aku manusia penuh kurang, penuh salah, dan itu tidak membuatku harus berhenti dari hidup. Selalu ada kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya.
Salah? Tinggal diperbaiki. Gagal? Tinggal dicoba lagi. Nggak bisa? Ya sudah cari jalan lain. Alternatif selalu ada, meski memang tidak selalu sesuai harapan. Tapi yang penting masih bisa hidup kan ya?
Jadi bil, selamat sudah melewati 1 dekade ini. Mungkin harusnya tulisan-tulisan napak tilas seperti ini ku unggah ketika momen tertentu (maunya sih pas menjelang umur 30, tapi masih 2 tahun lagi, hehehe). Tapi karena memang sedang merasakan momen ter'hidup', rasanya sayang kalau tidak dituangkan.
Jadi, mari kita lanjutkan perjalanan kita. Ke depannya mungkin tidak mudah, tapi setidaknya kita udah punya kekuatan dan pengalaman, jadi melangkah saja ya bil.
Regards
Nabil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar