Rabu, 10 September 2014

sebuah terapi dari si pemilik blog untuk dirinya sendiri

Nulis lagi ah


belakangan gue merasakan hal yang aneh dalam tubuh gue... bukan secara fisik, melainkan secara perasaan. bukan galau, tapi sesuatu yang beda dari apa yang selama ini gue rasakan

mari gue definisikan sebagai perasaan "merasa DEWASA"

sotoy marotoy banget gue bilang diri gue udah dewasa, tingkah laku masih kayak anak bocah begini. tapi belakangan ada sesuatu yang gue rasa sebagai 'pengontrol' semuanya. 

ya biasanya, emosi gue meluap-luap kalo lagi seneng, sedih, marah, atau apapun itu, pasti orang selalu mengatakan 'Nabilah lebay iiiih"

cucok deh yang ngomong, tapi iya gue merasa lebay itu bagian dari hidup gue

tapi, semakin kesini, seperti ada sesuatu yang membuat gue seperti terkendali. setiap gue berbicara dengan orang atau merasakan sesuatu, sudut otak gue langsung memerintahkan penyaringan kadar luapan emosi yang akan keluar.

lalu gue berfikir, apakah ini yang dinamakan proses kedewasaan?

dari dulu gue selalu takut untuk berproses menjadi dewasa, gue melihat dunia dewasa tidak seindah dunia anak-anak, dunia sekolah. karena yang gue liat disekitar gue adalah para orang dewasa yang tak sebahagia seperti anak-anak, bahkan seperti yang gue liat di sinetron

iya deh ketauan dulu gue doyan nonton tersanjung dan cinta fitri.. 

jadi puncaknya ketika gue SMA, gue merasa seperti ingin memperlambat proses kedewasaan gue, setiap puisi, cerita yang gue tulis masa itu adalah saksi betapa tidak inginnya gue menuju dewasa. tapi waktu menjalankan tugasnya dengan sangat baik, gue lulus sekolah, gue kuliah. dan kuliah menyenangkan hanyalah semester 1, karena masih ada jiwa SMA nya, setelahnya.... i didnt feel anything.. tugas, kuliah, dan kebrengsekan dunia yang sesungguhnya mulai terlihat. apa yang gue takutkan tentang 'menjadi dewasa' perlahan mulai terbukti.

tapi sepertinya, gue merasa tak buruk-buruk amat seperti yang gue takutkan. memang dunia itu kejam...PARAH!!! tapi cepat atau lambat, itulah kenyataan. satu-satunya jalan ya menikmatinya.

"cara menghilangkan rasa takut dengan cepat adalah melakukan hal kita takutkan itu"

itu kata mutiara gue dapat di kelas penyiar dari bang sahil. dan entah kenapa gue merasa mulai hidup. merasa kayak ketakutan gue mulai sirna, dan seiring dengan sirnanya rasa takut itu, maka otak gue mulai berfikir dengan jernih dan menyiapkan filter di setiap jalur luapan emosi yang akan keluar.

gue merasa ga ada beban lagi. bisa jujur ama diri gue sendiri.

ya gue nggak mau jadi sok motivator ala-ala mario teguh, tapi gue rasa saat ini, gue lagi dititik dimana gue merasa hebat.

gue juga gak tau kedepannya akan ada hal apa yang bakal gue hadapi, tapi yang pasti, gue selalu meminta ke Allah "tetaplah membuat saya merasakan seperti saat ini, bahkan kalau bisa lebih baik, apapun yang Engkau berikan, mungkin yang terbaik, Thanks, and I love you, Allah"

*sok lu bawa-bawa Tuhan*

hahaha iya sih, jujur, ibadah aja kadang masih bolong-bolong. tapi dari situ justru gue sadar, gue jarang ibadah aja, udah dikasih kebahagiaan sedikit demi sedikit, apalagi jadi anak rajin, minimal solat 5 waktu deh. mungkin bisa dikasih lebih baik
gue juga masih berproses untuk memperbaiki hal itu

dan gue pernah ngomong ini ke juju "sepertinya selama ini gue kurang bahagia karena kurang bersyukur dan jarang dekat sama Tuhan deh ju, liat lu deh ju, lu segimanapun teman-temanlu, lu tetep bisa jaga iabdah lu, gue malu sama lu, ju. gue merasa selalu kurang, gue merasa selalu iri sama org2, gue selalu merasa kenapa gue nggak bisa jadi kayak mereka, tapi ju, lu justru kadang yang nyadarin gue juga ada yang unik"

dansetelah gue baca postingan ini, sepertinya makin mlebar kemana-mana... iya gue merasa ini seperti terapi buat gue... selama ini jangankan buat jujur ke org lain, jujur ke diri sendiri aja susah. jujur dengan tulisan aja enggak, dan melalui postingan ini, gue pengen belajar buat jujur. Inilah gue!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar