Sabtu, 13 September 2014

teori esteh (sebuah kisah dari warung bu hasan)

Well, ketemu again sama gue yang bahasa inggrisnya masih setengah-setengah hingga bergaya ngomong ala cinta laura tapi abis itu gue ditimpukin dengan sekarung tomat dari tetangga sebelah... (bercanda ding...)

Iya, ketemu sama gue nabilah, yang lagi-lagi sedang menikmati semester 5 yang mulai menampakkan kekejamannya, dengan seiring berlalunya minggu pertama.

Horreeee gue mau praktika... (sebulan kemudian ) .....huft...Praktika...

Lupakan sejenak perihal praktika, kali ini gue mau bahas sesuatu lucu yang gue dapatkan hari ini ketika sesosok wanita  berambut pendek berbaju bunga-bunga bercelana coklat datang...

Untung aja bunganya nggak ditidurin syahrini ya.. kasian.. badannya kecil kalo ketimpa syahrini... (kan, janji gue untuk tidak membawa bercandaan tentang syahrini telah gue langgar dengan suksesnya...emang paling enak bercanda tentang beliau...hahahha maap ya mbak syahrini dan wal khusus , maap ya bang fathir, hahahhaha)

Hahaha, wanita yang gue maksud adalah juju, temen kampus gue yang sudah terlebih dahulu merasakan kejamnya semester 5. Tugas yang kata mpi ‘seminggu satu buku’ memang belum dirasakannya, tapi membahas sinema nasional yang kata juju ‘belum bisa terdenifisikan’ adalah tugas berat perdananya... semangat ya ju, aku tahu kamu pasti bisa... ku doakan semoga kamu makin....tegar menghadapi tugas demi tugas itu (oke gue ngomong berasa nggak ngaca kalo gue juga bentar lagi akan bernasib sama dengan juju)

Jadi, tadi gue lagi makan sama dian, batara dan mpi, tiba-tiba wanita ini datang. Padahal dia nggak ada jadwal kuliah hari ini. Ckckck, anak yang rajin sekali ya
(tapi ternyata dia ada liputan...huft, ga jadi gue puji deh). Nah dia yang datang belakangan, jadi makannya belakangan. Terus dengan bujuk rayu gue yang paling dahsyat, gue meminta dia untuk traktir es teh manis (yaelah).

Singkat cerita, gue pesen esteh manis, juju pesen esteh tawar.
Dan disinilah kekonyolan terjadi, kita menemukan ‘teori es teh’
Ketika pesanan minuman kita datang, kita diberikan dua buah esteh yang ga jelas yang mana yang manis, yang mana yang tawar, atau bisa jadi mas-mas yang bawa esteh yang ketularan manis.
Gue bertanya, dan mas nya kebingungan (apalagi gue tanyai teori phytagoras, mas nya nanti pingsan di tempat), dan mas nya udah mau balik buat nanyain yang bikin
Lalu juju dengan sigapnya mengatakan ‘’tidak usah mas, saya tau”
Bayangan gue ketika juju mengatakan hal itu layaknya sherlock holmes yang telah memecahkan suatu misteri.
Dan dengan penuh muka bertanya-tanya ‘’juju, darimanakah kamu mengetahui hal itu?”
“dari sendok, saudari nabilah, esteh yang menggunakan sedotan didampingi sendok, berarti bekas mengaduk teh tersebut dengan gula, sementara yang satu tidak ada sendok”
Dan gobloknya gue baru sadar hal itu
Jadi sebenarnya, juju yang kelebihan pinter atau gue yang kelewatan tulalitnya?
Padahal idola gue aoyama gosho (truuuuuuusss....)
Padahal koleksi komik detective conan gue udah selemari kecil (laluuuuuuuu....)
Padahal gue udah ikut test online ‘seberapa detektifkah kamu’ dan skor gue tinggi.....
Tunggu...
Test itu akurasinya nol persen deng...

Huuufffft, Tuhaaaaan kenapa aku tak punya bakat detektif...


Sekian...berhubung cerita udah melebar kemana-mana.....
Kebiasaan...

hahahahaah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar